RENCANA PLNBB 2012 - 2016

Potensi Kebutuhan dan Pasokan Batubara untuk Mendukung Bisnis PLNBB

Permintaan batubara dari tahun 2009-2018 diperkirakan akan tumbuh dari 38 juta ton menjadi 120 juta ton yang sebagian besar disebabkan oleh kebutuhan batubara pembangkit di seluruh Indonesia, yaitu 104 PLTU di Tahun 2018 dengan dua wilayah utama yaitu: (i) Wilayah Barat yang mencakup pulau Jawa dan Sumatera dengan cakupan pasokan sebanyak 20 buah PLTU dengan kapasitas total 19,250 MW tersebar di 6 propinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan LRC dan MRC, dan (ii) Wilayah Timur yang mencakup pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur ("NTT"), Maluku, Papua Barat dan Papua dengan cakupan 6 PLTU dengan kapasitas total 122 MW.


Visi dan Misi

Visi

Sebagai partner usaha yang terpilih untuk pemasok batubara yang berkualitas memberikan nilai tambah bagi PLN, mitra dan pelanggan dengan kinerja perusahaan setara dengan perusahaan sejenis di pasar modal di dalam lima tahun mendatang dan selanjutnya menjadi pemain batubara yang kompeten, pada jangka panjang

 

Misi

Untuk jangka lima tahun mendatang, PLN Batubara akan memasok batubara kepada pembangkit PLN dan IPP dengan target 20% dari kebutuhan total mereka


TATA NILAI PERUSAHAAN


Tujuan Strategis Perusahaan Lima Tahun Mendatang

Setelah tiga tahun pertama keberadaannya, Perusahaan berjuang untuk dapat memasok batubara dengan baik, maka tiga tahun berikutnya Perusahaan menetapkan kualitas sebagai strategic objective, sedangkan nilai keekonomian yang wajar (terkait dengan cost saving) dan ketepatan waktu sebagai objectives ikutan.

Untuk menjawab pertanyaan "dimana Perusahaan berdiri sekarang?", dan mengidentifikasikan isu potensial, telah dibahas faktor-faktor strategis dan posisi Perusahaan sebagai pendukung keandalan, ketersediaan dan efisiensi pembangkit PLN Group dan IPP melalui penyediaan batubara sesuai dengan kualitas, ekonomis dan tepat waktu.

PLNBB memanfaatkan beberapa metoda analisis yang akan dilakukan terkait dengan lini bisnis Perusahaan (trading, reserve portfolio, virtual mining, CPP) secara kualitatif adalah sbb.:

  • (i) Market Based: SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) untuk melihat posisi Perusahaan terhadap pasar kompetitif.
  • (ii) Stakeholder Analysis: untuk membaca posisi pemangku kepentingan Perusahaan.
  • (iii) Resource Based: SOAR (Strength, Opportunity, Attitude and Strength) untuk mengakselerasikan tumbuh kembangnya Perusahaan mengingat bahwa Perusahaan mempunyai Pemegang Saham dan sekaligus pembeli yang mempunyai kapasitas untuk membantu Perusahaan.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa PLNBB mampu untuk (i) memberikan hasil positif dalam jangka pendek, (ii) berkesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang, dan sekaligus (iii) memberikan cost efficiency dan security of supply atas kebutuhan PLN akan batubara, dengan target jangka panjang sebesar 20% dari kebutuhan batubara PLN, IP, PJB (“PLN Group”) dan IPP. Pasar tersebut dapat kategorikan sebagai “single market” yaitu pasar yang langsung terkait dengan sistem pembangkitan di dalam sistem ketenagalistrikan nasional walaupun Posisi Perusahaan saat ini jatuh pada kuadran II, dengani fokus pada upaya penataan dan perbaikan kapabilitas internal.

Di dalam mencapai tujuannya, Perusahaan akan melakukan trading secara selektif sesuai dengan kebutuhan (selain emergency & spot) yang akan direalisasikan paralel dengan persiapan implementasi ke tiga strategi yang lain yaitu reserve portfolio, virtual mining dan coal processing plant (“CPP”) untuk memastikan kualitas dan kuantitas batubara, tergantung kepada (i) Ketersediaan tambang/lokasi CPP yang akan diakuisisi atau dikerjasamakan, (ii) Kesiapan/hasil uji tuntas tambang/lokasi CPP, dan (iii) Kesiapan organisasi, sumber daya (pendanaan dan profesionalisme) Perusahaan yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi yang dipilih.


Kebijakan

Strategi dan Kebijakan Perusahaan

Pada Tahun 2011, Perusahaan melanjutkan strategi dan kebijakan dari tahun-tahun sebelumnya dan beberapa strategi dan kebijakan baru, yaitu:

  • (i) Menindaklanjuti tahapan kerjasama dengan mitra menjadi KSO setelah melalui tahapan penyelesaian aspek legal dan operasional dengan beberapa tambang yang telah membuat perikatan mula.
  • (ii) Mengembangkan kerjasama CPP dengan para mitra.
  • (iii) Research and Development ("R & D") teknologi coal upgrading bersama dengan pemilik teknologi.
  • (iv) Pengurusan Ijin Usaha Pertambangan ("IUP") tambang di Sumatera Barat, dan
  • (v) Usulan shareholder loan untuk mendanai investasi cadangan terkendali.
  •  


Program Kegiatan

  1. Pemasaran dan Penjualan
  2. Pengadaan
  3. Produksi dan Kualitas Produk
  4. Teknologi Informasi
  5. Keuangan dan Akuntansi
  6. Organisasi dan SDM
  7. Penelitian dan Pengembangan
  8. Lingkungan dan Keselamatan Kerja
  9. Investasi Proses Pertambangan Batubara